Langsung ke konten utama

Mentukan sebuah pilihan


Hidup itu bila dirasakan adalah sebuah pilihan, tanpa disadari, setiap langkah yang kita lalui adalah sebuah pilihan. Sebuah pilihan terkadang bukan murni dari sebuah apa keinginan kita, terkadang sebuah pilihan yang kita pilih adalah bagian dari sebuah pilihan dari ke/adaan sekitar kita. Apa itu salah, apa itu baik? Tentu jawabannya bisa salah, bisa benar, bisa baik ataupun tidak baik. Semua itu tergantung proses selanjutnya apakah kita nyaman dengan zona itu, apakah kita bertahan karena keadaan, yang nantinya membuat kita diam dalam sebuah tekanan.  Tentu saja hidup dalam sebuah tekanan dan ketakutan akan membuat diri kita terperosok dalam sebuah lubang hitam, dan kita akan hidup dalam sebuah kegelapan.

Proses hidup itu memang kita tidak dapat memprediksi. Kita semua sudah berencana namun, alur jalan pun kita juga tidak tahu akan di bawa kemana. Pada saat ini aku mencoba merasakan arah mana jalan yang harus kulalui. Aku tidak tahu, aku aku harus kemana. Aku merindukan masa-masa dulu, yang mempunyai energi lebih ketika ada sesuatu hal yang ingin aku peroleh. Aku berusaha dengan berbagai cara, agar aku bisa meraih angan-angan tersebut. Tidak ada rasa takut, rasa semangat, tanpa pikir panjang, terpenting langsung Gas. Alhasil, hal yang kudambakan akhirnya berhasil ku raih. Namun yang terjadi pada saat ini, aku kehilangan semua itu. Dalam diriku aku masih bertanya kenapa aku kehilangan banyak energi, sehingga tidak ada angan-angan atau dalam bahasa jawa kekarepan lagi. Jujur pada saat ini hal energi yang penuh dalam diriku adalah sebuah ketakutan, dan sebuah pertanyaan, apakah aku mampu? Aku pada saat ini berada pada zona dimana, aku hanya mampu bertahan pada ruang gelap, dan takut untuk melangkah. Apalagi tuntutan pada saat ini, aku harus mempunyai pekerjaan, pendapatan yang cukup, kebutuhan semakin banyak yang harus dipenuhi. Banyak orang bertanya, kepada diriku, koe kie pengene apa? Tentu saja aku tidak bisa menjawab dengan mantab dalam kondisi pada saat ini. Aku sadar, bahwa aku harus bekerja, aku mendapatkan uang, bila tidak, serangan dan tekanan bertubi akan menyerang ku, bila di ibaratkan perang, aku seorang prajurit yang di berondong senapan serbu otomatis tanpa ada yang membentengi ku lagi.

Akhirnya sejarah akan berbicara dan orang lain akan mengarahkannya termasuk juga keadaan. Kita pengen apa? Kita mau apa? Tunggu dulu, biar waktu akan menjawabnya.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman menonton Sepak Bola

Pengalaman menontonSepak Bola Pada tulisan saya mengambil salah satu contoh pengalaman saya menonton sepak bola di satdion Mahanan Solo. Berawal dari obrolan singkat saya dan teman saya sebut yang bernama Imam tentangklub-klub sepak bola di Indonesia. Akhirnya pembicaraan kami menjurus pada klub Persis Solo. Beruntung pada minggu-minggu itu ada pertandingan sepak bola Persis Solo melawan PSPS Pekanbaru dalam memperebutkan 8 besar liga 2 Gojek traveloka. Akhirya kami berdua sepakat untuk berangkat menonton pertandingan tersebut. Kami berdua memang beberapa kali sering menonton Pertandingan Persis Solo, walaupun kami ini mengaku Pasoepati kami tidak tergabung dalam sebuah korwil-korwil tertentu, kebanyakan orang menyebutnya Pasoepati Indepandent.Kami berangkat berdua dari Baturetno sekitar jam 10 siang, walaupun pertandingan di mulai pada Sore hari jam 3. Mengingat pertandingan tersebut adalah pertandingan penentuan, agar Persis Solo dengan mudah melangkah pada babak 8 besar, otomatis du…

TEKS MISA TAHUN BARU PAKAYUMBA

Metamorfosis



Perayaan Ekaristi Kaum Muda Rabu, 31 Desember 2014 Gereja st. Yusup Baturetno

PROLOG Metamorfosis Tepat setahun ini, OMK Pakayumba memulai lembaran baru. Berbagai proses kehidupan kami hadapi bersama di OMK Pakayumba ini. Berbagai kisah dan perasaan telah kami lalui bersama. Perasaan sedih, senang, emosi, marah, malas, kadangkali kami merasakan jenuh, terkadang mulai jatuh cinta diantara kami, sekaligus perasaan cemburu, selalu menghiasi perjalanan kami dalam OMK Pakayumba ini. Kami juga ingat saat kami memulai kegiatan anjangsana, perayaan EKM Tahun Baru 2014, kegiatan Valentine, visualisasi sengsara Yesus,ziarah bersama, campingrohani, EKM kemerdekaan, HUT Paroki, hingga EKM Tahun baru hari ini, itulah bagian dari wujud semangat kami membangun Gereja. Semua itu merupakan proses pembelajaran kami untuk semakin menguatkan bentuk pelayanan kami terhadap Gereja lewat OMK Pakayumba.

Romansa Sopir Truk

Cita-citaku bien meh dadi penari mas, meh mlebu SMKI tapi nasib berkata lain, saiki dadi sopir trukKata-kata di atas adalah penggalan dari sebuah cerita teman saya ketika kami ngbrol ngalor ngidul tentang pekerjaan. Sebut saja Osa, dia lulus STM tahun ini, lulus pada tahun corona. Umur masih muda, namun pengalaman menjadi sopir truk dump tidak dipertanyakan lagi, dia mempunyai jam terbang yang tinggi. Mungkin ada pertanyaan, kok bisa mempunyai jam terbang tinggi, padahal dia masih sekolah? Jadi begini, Osa sehabis sekolah kegiatan di isi dengan menjadi sopir truk. Dia menjadi sopir bermuatan pasir merapi. Ketika pulang sekolah, dia langsung berangkat ke tempat depo penyedia pasir merapi di daerah Deles, Klaten, Manisrenggo, Klaten, bisa sampai daerah Dukun, Magelang. Ketika sampai lokasi, dia gunakan untuk istirahat, Malam pulang ke Wonogiri, Pagi dia lanjut sekolah. Begitu keseharian setiap hari yang dilaluinya.Banyak komentar miring, terkait profesinya. Ada yang menganggap bahwa sop…